Suatu Saat Nanti


“Kalau Bapak pulang, kapan datang lagi?” demikian kata bocah kelas 1 saat mengetahui bahwa masa tugas saya akan berakhir. Keadaan serupa ini sulit kuterjemahkan. Pertanyaan sederhana, tetapi jawaban adalah sebuah tantangan. Bila kujawab dengan sebuah masa tentu akan menanti. Pun bila kujawab bahwa tidak kembali akan menciderai harapannya. Maka kutemukanlah sebuah alasan bahwa akan ada penggati guru yang baru dan saya pulang untuk belajar

Sementara kudapati diriku dalam kegamangan. Bilakah penggati itu benar-benar ada. Semoga bukan pemberian harapan palsu yang kutebar di tengah masyarakat saat menanyakan hal yang sama, “kapan Bapak Guru datang lagi mengajar anak-anak kami?”

Suatu saat nanti
Aku akan kembali
Tapi takkan kubiarkan kau sendiri
Huruf angka itu menemani
Menuntun di jalan mimpi
membaca dan menghitung hari

Pada waktunya kelak
Aku akan beranjak
tanpa kau merumuk
sebab buta huruf bukan lagi momok
di pelosok

Kalau masa telah tiba
Aku akan tiada
biarlah ada perpisahan air mata
setelah melewati mata air cinta
sampai bisa mengeja

Kalau sampai waktu
Segalanya bisa berlalu
Tapi tak perlu ada ragu
Kau sudah tahu
Kemana arah perahu
Berlayar mencari ilmu

Bila aku pergi
Hati dan harapanku tetap di sini
Kutemukan surgaku di pulau abadi
lewat panggilan mengabdi
untuk ibu pertiwi
dan anak-anak negeriku ini

Penulis : Maskur

Maskur , Total 5 Tulisan .

(Dikunjungi : 27 Kali)

Apa Reaksi Anda?

Terganggu Terganggu
0
Terganggu
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
3
Terinspirasi
Tidak Peduli Tidak Peduli
0
Tidak Peduli
Sangat Suka Sangat Suka
4
Sangat Suka

Komentar Anda