Dialog Nilai

Berkatalah Mbah kepada cucunya di beranda rumah. “Cucu maukah engkau kuberi tahu bagaimana manusia jaman now saat ini? Pasanglah kupingmu dengan baik. Presisikan hatimu pada pijakannya!” saran Mbah kepada cucunya.

Manusia kini maju ke belakang,

manusia kini mundur ke depan,

manusia kini naik ke bawah,

manusia kini kepala digunakan untuk berjalan,

manusia kini kaki digunakan untuk mengarah tujuan.

 

“Kok bisa terbalik begitu Mbah? tanya sang cucu.

“Memang manusia saat ini terbalik. Kepekaannya hilang!” tegas Mbah menjawab. “Mengapa kepekaan manusia saat ini begitu mahal? teriak Mbah, “apa manusia sekarang enggan bersama merasai; meresapi nilai-nilai? Sehingga menjadi manusia menjadi masalah bagi manusia itu sendiri,” sambung Mbah terbatuk-batuk.

 

Cucuku dengarkan nasihat ini khusus untukmu!!!

Berdirilah engkau di tengah sesaknya dalam bis kota.

Berjalanlah engkau pada ramainya pasar tradisional.

Pergilah engkau pada ributnya lalu lalang terminal.

Tamasyalah engkau pada teriknya padang-padang terbuka.

 

Rasai; resapi,

nilai-nilai, dan

peliharalah intuisi!!!

Maka kepekaan akan merekah tumbuh sedemikian subur di jiwamu.

 

Sang cucu tetiba melompat dan memeluk erat tubuh sang Mbah.

 

sumber gambar: www.hipwee.com