Pemanfaatan Permainan Tradisional dalam Proses Pembelajaran untuk Melestarikan Budaya Indonesia

Pendidikan adalah asal mula berkembangnya suatu bangsa, bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki kualitas pendidikan yang baik. Melalui dunia pendidikan kita dapat menentukan nasib bangsa ke depannya. Oleh karena itu, hal pertama yang harus dilakukan oleh suatu bangsa adalah memperbaiki kualitas pendidikannya. Pendidikan adalah jembatan menuju kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Mungkin kita tidak mengetahui nasib kita ke depannya, tapi setidaknya dengan modal pendidikan ada secercah harapan yang dapat digenggam untuk meraih impian kita masing-masing. Oleh sebab itu, pendidikan merupakan modal hidup untuk menyongsong hari esok yang masih penuh dengan sejuta tanda tanya.

Indonesia sebagai negara yang memiliki kualitas pendidikan yang rendah adalah potret rendahnya kualitas SDM yang ada di negara ini. Rendahnya kualitas pendidikan berdampak pada semua unsur kehidupan seperti tingginya angka kriminalitas, angka kemiskinan, angka pengangguran, dll. Oleh karena itu, partisipasi semua elemen dalam dunia pendidikan dilakukan sejak dini untuk bekerjasama dalam menuntaskan sejuta problem pendidikan yang mendera bangsa ini. Sudah banyak solusi yang ditempuh pemerintah dalam mengatasi permasalahan pendidikan namun tak kunjung menyelesaikan permasalahan tersebut. Di antaranya mengganti kurikulum, pelatihan guru, peningkatan kemampuan guru melalui program PPG (Pendidikan Profesi Guru), pemberian sertifikasi bagi guru, perbaikan sarana dan prasarana sekolah, dll.

Pendidikan yang baik tentunya terlahir dari para pelaku dunia pendidikan yang memiliki kualitas yang mumpuni. Hal ini dapat tercipta jika pemerintah melakukan terobosan-terobosan dalam dunia pendidikan untuk memperbaiki kualitas guru sebagai penentu keberhasilan peserta didik. Guru sebagai pendidik harus selalu mengasah dan meningkatkan kemampuannya, agar tidak ketinggalan dengan laju perkembangan zaman yang kian hari semakin pesat. Dengan sejuta amunisi yang dimilikinya tentunya para guru dalam medan parang akan mudah menghadapi segala kendala yang dihadapinya.

Guru dengan sejuta kehebatan dan kepandaiannya mungkin akan susah mentransfer ilmunya tanpa alat bantu berupa media pembelajaran. Media pembelajaran adalah suatu benda yang digunakan sebagai objek untuk membantu guru dalam menyampaikan gagasan, ide, atau informasi kepada peserta didik. Media pembelajaran terdiri atas media visual dan audio visual. Dengan kreativitas dan inovasi yang harus dimiliki seorang guru maka akan melahirkan media-media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman. Media yang berkualitas adalah media yang mampu membangkitkan motivasi dan minat belajar peserta didik sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai.

Di era Industri 4.0 kemajuan teknologi sangatlah pesat sehingga media pembelajaran hampir semuanya berbasis IT. Namun tidak dipungkiri media yang bagus tidak selamanya juga bersumber dari IT, tapi media juga bisa memanfaatkan kekayaan budaya yang dimiliki oleh setiap daerah. Seperti budaya permainan yang dimiliki oleh negara kita tercinta begitu banyak macamnya di antaranya ABC lima dasar, balap karung, benteng-bentengan, boi-boian, bola bekel, congklak, engklek, galah asin/gobak sodor, kasti, kelereng, lompat tali, dll. Begitu banyak jenis permainan tradisional yang dimiliki oleh negara kita, namun sekarang perlahan demi perlahan tergantikan oleh alat-alat teknologi seperti handphone, PS, televisi, dll. Sebagai generasi penerus bangsa yang mencintai kekayaan budaya Negara kita, hal ini harus ditumbuhkan di setiap generasi agar kelak anak cucu kita dapat mengenal kekayaan permainan tradisional di Negara kita.

Untuk melestarikan kekayaan budaya permainan tradisional, salah satu caranya dengan mengaplikasikannya dalam media pembelajaran. Selain melestarikan budaya Negara kita, mengaplikasikan permainan tradisional dalam proses pembelajaran akan lebih menarik bagi peserta didik karena di dalamnya  terdapat hiburan. Peserta didik akan lebih antusias dan termotivasi jika dalam proses pembelajaran terdapat games atau interaksi yang lebih antar peserta didik. Ada banyak model dan metode pembelajaran yang bisa diterapkan untuk membangkitkan motivasi belajar peserta didik, namun perlu adanya inovasi model dan metode pembelajaran sehingga tercipta model dan metode pembelajaran baru yang dapat diaplikasikan dalam setiap proses pembelajaran.

Salah satu inovasi media pembelajaran dengan memanfaatkan permainan tradisional seperi engklek dan ABC lima dasar.

  1. Engklek

Engklek adalah salah satu permainan yang popular di Indonesia yang dimainkan oleh anak perempuan. Engklek biasanya melibatkan beberapa pemain dengan cara membuat garis di tanah dengan berbagai macam bentuk biasanya berbentuk kotak-kotak persegi. Permainan ini dapat diterapkan dalam proses pembelajaran dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok.
  2. Setiap kelompok terdiri atas 3-5 orang.
  3. Masing-masing kelompok menentukan urutan pemainnya.
  4. Setiap kelompok hanya memiliki satu batu yang digunakan setiap anggota kelompok secara bergantian.
  5. Setiap kotak engklek berisi pertanyaan yang harus dijawab oleh pemain. Jika jawaban benar maka akan mendapat point 100 dan apabila salah maka akan dikenakan sanksi dengan pengurangan nilai sebesar 50.
  6. Setiap kelompok secara bergantian bermain dimulai dari kelompok 1 sampai kelompok terakhir sesuai urutan pemain.
  7. Jika jawaban pemain salah maka permainan akan dilanjutkan oleh kelompok selanjutnya.
  8. Jika sudah ada kelompok yang finis maka permainan akan dihentikan.
  9. Pemenang ditentukan melalui skor yang diperoleh oleh setiap kelompok, yang mendapat skor tertinggi dinyatakan sebagai pemenang.
  10. ABC Lima Dasar

ABC lima dasar adalah permainan tradisional yang menggunakan jari tangan sebagai medianya. ABC Lima dasar merupakan permainan simple yang hanya menggunakan jari-jari tangan. Permainan ini dapat dimainkan oleh banyak pemain, dan memerlukan kecepatan dalam menyebutkan suatu nama benda. Seperti contoh jika hitungan terakhir berhenti pada huruf “A”, maka dapat menyebutkan nama “Angsa”. Nama-nama tersebut tergantung dari peraturan sebelum bermain, bisa dari nama-nama hewan, buah-buahan, kendaraan, dan lain sebagainya. Berikut ini langkah-langkah dari permainan ABC lima dasar jika diterapkan dalam proses pembelajaran yaitu:

  1. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok.
  2. Setiap kelompok beranggotakan 3-6 orang.
  3. Masing-masing kelompok harus menyiapkan yel-yel yang menjadi ciri khas kelompoknya.
  4. Setiap kelompok mengutus satu orang untuk bermain.
  5. Sebelum permainan dimulai setiap kelompok menyanyikan yel-yel untuk menyemarakkan permainan.
  6. Penentuan klu kata yang nantinya disebutkan oleh setiap pemain dilakukan sebelum permainan dimulai.
  7. Setiap peserta harus berlomba-lomba menyebutkan kata yang menjadi klu dalam permainan, peserta yang terakhir atau salah menjawab salah akan menjawab pertanyaan dari guru.
  8. Jika pemain tidak bisa menyebutkan kata yang menjadi klu maka akan menjawab pertanyaan yang disiapkan oeh guru. Jika jawaban benar mendapat point 100 dan jika salah mendapat pengurangan nilai 50.
  9. Permainan dianjutkan sampai pemain terakhir di setiap kelompok.
  10. Untuk menentukan pemenang semua nilai di akumulasikan di akhir permainan, yang mendapat skor tertinggi dinyatakan sebagai pemenang.

Pemanfaatan permainan tradisional dalam proses pembelajaran merupakan ide kreatif untuk memotivasi peserta didik dalam pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Peserta didik biasanya tertarik pada suatu hal yang membuat mereka senang dan bahagia. Hal itu dapat diperoleh dari penerapan model dan metode yang berkaitan dengan permainan. Karena permainan membuat mereka berpikir lepas tanpa ada tekanan dari pihak manapun, yang nantinya mendorong peserta didik untuk berpikir dengan baik untuk menganalisis setiap informasi atau permasalahan yang diberikan oleh guru. Salah satu permainan yang bisa digunakan adalah permainan engklek dan ABC lima dasar. Dengan pemanfaatan permainan tradisional kita dapat berpartisipasi dalam melestarikan permainan tradisional sebagai salah satu budaya Indonesia yang sudah mulai hilang tergantikan oleh kecanggihan teknologi.