Senyum yang Dibungkus


Terfokus pada sebuah kalender mata Ratna yang teduh kian tajam melihat deretan angka yang berjejar. Kini ia sadar bahwa waktu penjemputan kian terasa dekat. Ratna menghitung dua bulan lagi ia dan teman-teman SM-3T lainnya di Kabupaten Jayawijaya akan kembali ke kampung halaman. Ratna kian bingung dengan yang ia hadapi. Satu sisi ia merasa senang akan berkumpul bersama keluarga di Pekanbaru. Sedang sisi lainnya ia merasa kehilangan sebab meninggalkan siswa yang dikasihi. Tak dipungkiri Ratna telah jatuh hati pada siswanya, pada masyarakat, dan pada alam sekitar yang mengajarkan banyak ilmu serta pengalaman yang menjadikan Ratna semakin arif dalam meniti kehidupan ke depannya.

Dalam lamunan yang hebat Ratna mencoba mengingat-ingat kembali peristiwa yang dialami bersama seluruh siswa-siswanya. Ada haru, duka, suka, dan cita di dalamnya. Banyak perjuangan untuk menyentuh hati siswa dan apabila hati tersebut telah tersentuh maka bersiaplah merasakan cinta sang siswa kepada gurunya.

Senyum. Ia ingat senyum siswa. Di ruang kelas banyak tersimpan cinta siswa. Letaknya terpendam di dalam hati sang siswa. Tugas Ratna merawat dengan ikhlas memberi dan mengasihi. Apabila cinta siswa tersebut telah matang, maka Ratna akan memetik buah dari cinta mereka, yaitu senyum. Senyum yang tulus. Ratna ingin membungkus senyum siswanya dan kemudian memupuk senyum tersebut agar hati senantiasa tulus. Tulus mengabdi sebagai guru SM-3T.

Senja kian berat ke arah barat dan Ratna ingat pesan Rianda bahwa “Senyum anak adalah bonus”.

Pekanbaru, 04 Maret 2019

Penulis : Reby Oktarianda

Reby Oktarianda , Total 36 Tulisan .

(Dikunjungi : 58 Kali)

Apa Reaksi Anda?

Terganggu Terganggu
0
Terganggu
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Tidak Peduli Tidak Peduli
0
Tidak Peduli
Sangat Suka Sangat Suka
0
Sangat Suka

Komentar Anda