Alat Transportasi itu bernama “Oto”


Hari ini adalah hari dimana kami bertiga (Agus, Irman dan Heri) peserta SM-3T yang berasal dari Makassar untuk pertama kalinya akan menuju ke lokasi penugasan kami, yaitu Desa Okatana. Untuk menuju ke sana kita harus meggunakan oto. Yah, oto yang bukan sembarang oto. Oto adalah sebutan khas di Sumba Timur untuk sebutan mobil penumpang. Oto di sini adalah sebuah truk tapi didesain layaknya seperti bus-bus yang ada di Makassar, cara naiknyapun kita harus memanjat melewati jendela, karena di oto tidak ada pintu.

Pukul 05.00 wita, kami sudah dijemput oto ini, waktu itu oto yang ditumpangi kami sangat sarat dengan penumpang, karena bertepatan dengan hari libur sekolah (menjelang hari Natal), sehingga anak-anak sekolah yang bersekolah di Waingapu semuanya pulang ke daerah mereka. Saking saratnya dengan penumpang sampai pantat untuk berdiri pun sangat susah untuk digerak-gerakkan. Oto bukan hanya sarat dengan manusia tapi kebutuhan bahan-bahan pokok juga sangat banyak yang dimuat.

Kondisi saya pada saat naik di oto sudah kurang fit (pusing disertai rasa ingin muntah) ditambah lagi cuaca yang sangat panas. Sebenarnya ada dua faktor yang menyebabkan saya ingin muntah-muntah yang pertama kemungkinan karena saya masih kecapekan karena untuk menyesuaikan kondisi tubuh dan cuaca yang ada di Sumba Timur, yang kedua kemungkinan karena penumpang yang ada disamping saya itu memiliki aroma tubuh yang sangat menyengat kalau orang Makassar bilang sakkulu’, tapi meskipun rasa pusing, aroma menyengat itu dan panas saya alami, tapi sesaat hilang ketika melihat pemandangan Sumba Timur yang Subhanallah indahnya pemandangan bukit-bukit yang berjejer rapi tersebut.

Di tengah perjalanan, kita harus turun dulu, karena ternyata ada jalanan yang sementara diaspal, pada saat itulah rasa muntah yang dari tadi muncul bisa saya keluarkan semuanya. Setelah itu perjalanan pun dilanjutkan, oto kami berhenti lagi sejenak untuk istirahat makan siang. Sekitar jam 15.00 Wita, teman kami dari Makassar yang kebetulan satu oto dengan kami pun turun karena lokasi penugasan mereka sudah sampai, saya berpikir mungkin lokasi saya juga sudah dekat. Saya kemudian bertanya kepada salah satu warga yang kebetulan duduk disamping saya, “Ibu, Okatana sudah dekat yah?”. Dengan penuh ekspresi ibu itu menjawab, “uuuuuuuhhhhhh masih jauh adik, masih lewat gunung lagi”, saya pun berharap agar jauhnya tidak terlalu jauh sekali karena rasanya sudah sangat capek terasa badan ini.

Karena kecapekan sayapun tertidur, tapi di saat lagi nyenyak-nyenyaknya tidur saya mendengar ada orang berteriak, mereka bilang semua penumpang turuuuuuuunnn!, saya kaget lalu penumpang lain bilang ayo adek cepat turun, karena otonya tidak bisa naik ke gunung karena ada tanjakan yang sangat tinggi dan juga sarat dengan penumpang. Saya pun turun dan ternyata jalanannya sangat tinggi, sehingga kita harus cepat-cepat naik gunung agar oto yang tadi kita tumpangi tidak terlalu lama menunggu kita yang lagi berjalan kaki. Di atas oto kita pun tersengal-sengal karena kecapekan jalan. Selama perjalanan kami diperlihatkan pemandangan alam yang sangat indah, kali ini pantai yang ombaknya itu sangat tinggi, kata warga di sini ombak di sini memang tinggi karena berdekatan dengan pantai selatan yang terkenal dengan ombaknya yang tinggi.

Perjalanan ini pun benar-benar sangat jauh dan capek pun sudah sangat terasa apalagi rasa pusing ini dan ingin muntah-muntah muncul lagi. Akhirnya sayapun muntah di atas oto, yah semua baju dan topi yang saya gunakan untuk menghalangi muntah basah semuanya. Akhirnya saya melepaskan jaket yang terkena muntahan itu dan hanya mengenakan baju, yang meskipun baju tersebut masih ada sedikit sisa-sisa dari muntahan tersebut.

Akhirnya sekitar jam 21.00 Wita, kami tiba dilokasi penugasan dan disambut dengan baik oleh Kepala Sekolah, mereka ramah sekali sewaktu menyambut kami. Karena mungkin mereka lihat kami kecapekan, kami langsung diajak untuk makan malam dan disuruh agar cepat beristirahat.

Penulis : Admin MSI

Admin MSI , Total 49 Tulisan .

Penggiat Literasi

(Dikunjungi : 37 Kali)

Apa Reaksi Anda?

Terganggu Terganggu
0
Terganggu
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Tidak Peduli Tidak Peduli
0
Tidak Peduli
Sangat Suka Sangat Suka
0
Sangat Suka

Komentar Anda