Senyum, Salam, dan Sapa


Pagi masih basah ketika Nurhijrah, Abd. Rachmat, dan Wahyudi berangkat ke MTs Negeri 1 Kota Makassar tempat mereka melaksanakan PPL. Mahasiswa PPG SM-3T UNM Angkatan V tersebut adalah 3 dari 16 mahasiswa PPL yang ditempatkan di MTs Negeri 1 Kota Makassar. Hari ini adalah tugas mereka untuk melaksanakan piket menjemput siswa di depan sekolah.

Sebagian dari kita mungkin akan heran dan bertanya-tanya mengapa harus melakukan hal seperti itu? Apakah hanya sebuah pencitraan?. Pendidikan profesi guru memang telah dirancang untuk membentuk calon guru profesional yang memiliki kompetensi kepribadian yang dapat menjadi teladan bagi peserta didiknya. Kompetensi kepribadian ini ditanamkan pada pola pendidikan berasrama yang dilaksanakan dengan mengedepankan pembinaan karakter calon guru.

Guru diharapkan mampu memberikan kondisi-kondisi tertentu kepada peserta didik agar dapat mempelajari perilaku-perilaku positif. Mulai dengan cara-cara yang sederhana seperti menjemput siswa di gerbang sekolah dengan senyum, salam, dan sapa. Kelihatannya kecil, tapi hal tersebut dapat mengajarkan kepada siswa bagaimana menghargai dan menghormati seorang guru.

Ivan Pavlov telah mengemukakan sebuah teori belajar yang kita kenal dengan nama pengkondisian klasik (classical conditioning). Pengkondisian merupakan suatu proses bentuk belajar yang memungkinkan organisme memberikan respons terhadap suatu rangsangan yang sebelumnya tidak menimbukan respons untuk membentuk perilaku. Pengkondisian yang diberikan kepada peserta didik berupa guru yang menyambutnya di pagi hari dengan senyum, salam, dan sapa akan melahirkan respons positif dari peserta didik berupa penghormatan. Sehingga perilaku menghargai dan menghormati orang yang lebih tua akan terbentuk pada diri peserta didik.

Mahasiswa PPG SM-3T UNM menyadari hal tersebut sehingga mempersiapkan diri dengan sangat baik di pagi hari untuk berangkat ke sekolah agar dapat melaksanakan rutinitas tersebut. Terkadang kita selalu menyalahkan anakĀ  mengenai tingkahnya yang tidak baik. Namun, kita mungkin secara tidak sadar telah memberikan kondisi kepada anak itu sendiri untuk menemukan perilaku tersebut. Program pendidikan profesi guru diharapkan mampu menghasilkan guru-guru masa depan bangsa yang tidak hanya mengajar di kelas akan tetapi mendidik dengan sepenuh hati.

Penulis : EDIL WIJAYA NUR

EDIL WIJAYA NUR , Total 7 Tulisan .

(Dikunjungi : 84 Kali)

Apa Reaksi Anda?

Terganggu Terganggu
0
Terganggu
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
1
Terinspirasi
Tidak Peduli Tidak Peduli
0
Tidak Peduli
Sangat Suka Sangat Suka
5
Sangat Suka

Komentar Anda