Belajarlah Indonesia


“Pendidikan akan selalu menemukan bentuknya dalam mendidik manusia. Hanya saja, manusia kadang tidak mengenali pendidikan. Padahal, pendidikan selalu ada untuk manusia”. Kalimat ini pernah saya sampaikan ke beberapa siswa SMA/SMK/MA dari berbagai daerah di Indonesia pada sebuah kegiatan yang dilaksanakan secara online. Pada kegiatan tersebut beberapa peserta merasa bahwa suasana belajar yang harus dilaksanakan di rumah sedikit kurang nyaman dan terkesan membosankan. Hal ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah di sini. Guru harus memahami bahwa belajar di rumah bukan lagi sebuah praktik belajar-mengajar yang harus mengacu pada pencapaian indikator ketuntasan lagi. Tapi lebih kepada belajar yang bermakna.

Pemerintah telah menetapkan tema untuk Hari Pendidikan Nasional yakni “Belajar dari Covid-19”. Apa yang bisa kita pelajari? Mengapa harus belajar dari Covid-19?. Seperti yang saya ungkapkan sebelumnya bahwa pendidikan akan mampu menjelma menjadi apa saja untuk membelajarkan kita. Kita sudah sepantasnya mengambil banyak pelajaran dari wabah Covid-19 ini. Guru yang dulunya tidak begitu paham dengan berbagai fitur aplikasi online yang ada di gawai mereka kini “terpaksa” harus belajar untuk mengoperasikannya. Murid yang dulunya hampir tidak pernah belajar di rumah kini harus membiasakan diri belajar di rumah. Orang tua yang selama ini “menyerahkan sepenuhnya” tanggungjawab mendidik kepada guru di sekolah kini harus merasakan sensasi mendidik seorang guru. Dari sini kita bisa melihat begitu besarnya pengaruh yang diberikan oleh wabah Covid-19 terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Sendi-sendi kurikulum kita rapuh olehnya. Budaya sosial kita dikudeta sedemikian rupa. Hingga suasana Ramadan kita hari ini pun terasa berbeda dari sebelumnya.

Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa pejuang. Bangsa yang akan selalu menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapinya. Covid-19 ini menjadi “guru” yang sementara berdiri di hadapan kita semua dengan sebuah buku tebal di tangan kirinya bertuliskan “KEPATUHAN”. Benar, kita harusnya belajar dari berbagai negara di dunia yang juga mengalami krisis akibat wabah ini. Dan apa yang sedang diajarkan Covid-19 kepada kita adalah sebuah pengajaran mengenai kepatuhan. Kepatuhan atas seluruh himbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pesan yang sama juga harusnya sampai kepada peserta didik kita di rumah. Bahwa berdiam diri di rumah merupakan tindakan yang paling tepat untuk membantu Indonesia dalam menghadapi wabah ini.

Inilah pendidikan. Pendidikan yang selalu hadir dalam kehidupan kita sehari-hari. Menjelma menjadi sosok protagonis maupun antagonis di hadapan kita. Hanya saja, adakah keinginan dari kita untuk mau belajar? Atau malah ingin bolos? Semua kembali kepada diri kita masing-masing. Menjadi manusia yang mau belajar. Belajar dari Covid-19. Selamat Hari Pendidikan Nasional. Dariku yang selalu ingin belajar.

Penulis : EDIL WIJAYA NUR

EDIL WIJAYA NUR , Total 7 Tulisan .

(Dikunjungi : 80 Kali)

Apa Reaksi Anda?

Terganggu Terganggu
0
Terganggu
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
1
Terinspirasi
Tidak Peduli Tidak Peduli
0
Tidak Peduli
Sangat Suka Sangat Suka
0
Sangat Suka

Komentar Anda