5 Hal yang Patut Disyukuri Alumni SM-3T saat Menjadi Guru CLC Sabah


Salah seorang dosen kami saat menjalani PPG di jurusan PGSD UNM, Ibu Widya Karmila Sari, pernah berkata bahwa kami adalah orang-orang yang memiliki pengalaman mewah. Mengapa beliau menyebutnya mewah? Alasannya ialah karena pengalaman hidup setahun di daerah 3T tidak akan pernah bisa dibeli dengan uang. Kalimat dari Ibu Widya tersebut semakin menambah rasa kebanggaan kami sebagai alumni SM-3T.

Minggu lalu, seleksi guru untuk Community Learning Center (CLC) Sabah baru saja dilaksanakan. Lalu apakah ada hubungannya menjadi guru CLC dan guru SM-3T? Jawabannya; Iya, sebab salah satu syarat untuk menjadi guru CLC ialah akan diutamakan peserta yang memiliki sertifikat pendidik. Dan, program PPG SM-3T adalah satu dari sedikit program yang alumninya telah memiliki sertifikat pendidik tersebut.

Program pengiriman guru CLC dan program pengiriman guru SM-3T memang merupakan program yang berbeda. Mereka yang lulus seleksi guru CLC akan ditempatkan di Sabah yang berada di negeri jiran, sedangkan guru SM-3T masih di dalam negeri. Tetapi jika sudah pernah menjalani kehidupan sebelumnya sebagai guru SM-3T, Anda tak perlu khawatir saat Anda dinyatakan lulus seleksi guru CLC. Kenapa? Simak penjelasan 5 hal berikut:

1. Sinyal tersedia

Alumni SM-3T bisa dipastikan pernah tinggal di daerah yang sinyalnya susah atau bahkan tak punya sinyal sama sekali. Di Kampung Matalibaq, Kabupaten Mahakam Ulu, kami hanya bertemu dengan makhluk bernama ‘sinyal’ saat bertamu ke salah satu rumah warga. Di daerah 3T yang lain ada lebih ekstrim lagi sebab harus mendaki bukit-bukit terjal bahkan harus keluar kampung demi mendapatkan sinyal untuk menelpon saja, belum untuk internet. Hal tersebut jelas mengakibatkan kesepian yang luar biasa, bukan? Anda tidak bisa lagi intens menghubungi keluarga ataupun seseorang yang anda gadang-gadang menjadi keluarga sepulangnya nanti.

Di Sabah, Anda tak perlu khawatir tentang sinyal. Hampir semua daerah memiliki sinyal internet yang kuat. Beberapa CLC memang memiliki masalah, tapi jika sekadar untuk menelpon masih tetap ada. Jadi, anda tetap bisa menghubungi keluarga ataupun calon keluarga meski ditempatkan di CLC mana pun.

2. Merancang anggaran prioritas

Menjadi guru CLC bukan berarti anda hanya punya tugas mengajar saja. Anda harus ketahui bahwa dalam satu sekolah, anda termasuk beruntung jika memiliki dua orang guru dengan kualifikasi pendidikan setingkat sarjana. Jika tidak, bersiaplah merangkap pekerjaan sebagai pengelola yang tugasnya mirip kepala sekolah, menjadi operator Dapodik sekaligus menjadi bendaharanya. Banyak juga, ya?

Namun, dengan keadaan yang demikian, Anda memiliki hak untuk menentukan dan merancang anggaran paling prioritas. Jika di daerah 3T anda hanya dimintai saran, di CLC ini Anda akan memberi saran, menentukan, sekaligus mengeksekusinya.

3. Bisa menyalurkan ide-ide yang dimiliki

Seperti yang sudah disampaikan pada poin sebelumnya bahwa besar kemungkinan Anda akan merangkap tugas, itu berarti pula bahwa ide-ide Anda akan diterima dengan baik. Jika sepulang dari penugasan SM-3T Anda masih membawa penyesalan karena lupa atau belum menuntaskan ide-ide yang ingin dilaksanakan di penempatan, maka di CLC inilah anda memiliki tempat untuk menebusnya.

4. Ilmunya bukan hanya buat anak sekolah

Guru di CLC, selain kiriman dari Kemendikbud, ada pula guru lokal yang dipekerjakan oleh pihak ladang. Kualifikasi pendidikannya beragam. Ada yang sudah menempuh pendidikan Strata-1, tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit. Mayoritas tamatan SMA juga lulusan Sekolah Kebangsaan Malaysia tingkatan 5 yang setara dengan kelas 2 SMA.

Oleh karena itu, Anda harus selalu siap menjadi tempat bertanya bagi rekan-rekan guru di penempatan. Apalagi jika gurunya adalah warga negara Malaysia yang baru mengajar dan notabene masih kurang paham terhadap beberapa kosakata yang ada di dalam buku pelajaran kita.

Ternyata ilmu anda bisa berguna lebih di sini, ya?!

5. Tetap bisa berkontribusi untuk program pendidikan 3T

Saya percaya bahwa semua alumni SM-3T adalah bagian dari orang-orang yang paham terhadap kondisi pendidikan di daerah 3T. Beberapa fragmen itu akan anda temui kembali di CLC. Bedanya, di CLC Anda akan mendapat tunjangan yang lumayan.

Meski tidak sedang berada di lokasi daerah 3T Indonesia lagi, tapi kita semua tahu bahwa ada hal yang semestinya kita usahakan di sana. Beruntungnya kita punya simpul yang kuat untuk menjaga semangat itu. Masyarakat SM-3T Indonesia namanya. Program-programnya untuk daerah 3T bahkan sampai detik ini masih saja bergulir. Entah cinta jenis apa yang tumbuh di dadanya.

Program-program itu adalah salah satu kesempatan kita untuk tetap mendukung dan berkontribusi untuk pendidikan 3T. Caranya seperti apa? Andalah yang menentukan.

Penulis : S. Marindra

S. Marindra , Total 8 Tulisan .

(Dikunjungi : 147 Kali)

Apa Reaksi Anda?

Terganggu Terganggu
0
Terganggu
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Tidak Peduli Tidak Peduli
0
Tidak Peduli
Sangat Suka Sangat Suka
1
Sangat Suka

Komentar Anda