‘Tikar Ajaib’ Pemicu Kehadiran Siswa di Kelas


Minimnya penggunaan media pembelajaran di daerah 3T membuat guru harus mengolah pikirannya untuk terus menciptakan terobosan agar pembelajaran yang disajikannya mampu menarik minat dan kreativitas siswa sehingga pembelajaran bisa aktif dan menyenangkan di kelas. Tak mudah untuk menarik perhatian para siswa disekolah. Mengapa? Karena di luar sana banyak hal yang menarik untuk mereka lakukan, seperti pergi ke hutan, menyeberang ke pulau sebelah dan mencari ikan di lautan.

Tikar. Sebuah benda yang bisa dibuat dan dikreasikan dari berbagai bahan. Mulai dari bahan yang mudah ditemukan sampai bahan yang canggih bahkanpun proses pembuatannya bisa menggunakan tekonologi yang canggih.

Masyarakat Distrik Seget, Kabupaten Sorong membuat Tikar sebagai kebudayaan daerah dengan mengolah bahan dasar ‘daun tikar’ yang terbuat dari pelepah sagu.

Ketika siswa ditugaskan untuk membuat tikar sederhana, yang ada di pikiran mereka adalah begitu sulitnya untuk mendapatkan ‘daun tikar’ karena prosesnya yang panjang. Tetapi setelah diarahkan untuk membuat tikar sederhana dari daun kelapa, mereka pun setuju dan sangat antusias dengan kegiatan ini. Hal yang membuat saya takjub dalam pembuatan tikar sederhana adalah pada hari itu seluruh siswa kelas 6 yang berjumlah 48 orang, hadir dan aktif semua di dalam kelas. Melihat semangat dan antusias mereka, semakin membuat saya terpacu untuk terus berkarya dan membuat pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Mungkin dengan proses pembuatan melalui anyaman tersebut dapat memotivasi siswa untuk terus ke sekolah karena adanya kegiatan yang mampu menjadi wadah untuk mereka berkreasi sesuai dengan minat serta kebudayaan lokal di daerah ini.

Penulis : Anfike Mentu

Anfike Mentu , Total 7 Tulisan .

(Dikunjungi : 105 Kali)

Apa Reaksi Anda?

Terganggu Terganggu
0
Terganggu
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Tidak Peduli Tidak Peduli
0
Tidak Peduli
Sangat Suka Sangat Suka
1
Sangat Suka

Komentar Anda