Bu Guru “ 3 x 3 = 6 to Bu Guru?


Menjajaki kehidupan seorang guru di tanah Papua, merupakan sebuah hal yang tak terbayangkan sebelumnya. Menjalani kehidupan di daerah perbatasan negeri yang memiliki banyak cerita dan kejadian yang tak terduga merupakan sebuah cerita baru dalam mengisi pengalaman hidupku. Biak Numfor adalah daerah yang akan menjadi daerah pengabdian menjadi seorang guru.

Yayasan Sup Byaki Fyadi adalah yayasan tempat saya akan menjalankan pengabdian sebagai guru.  SMP dan SMA Sup Byaki Fyadi menjadi awal saya melaksanakan tugas sebagai guru fisika. Namun seiring dengan perjalanan waktu guru geografi di sekolah kami tidak pernah hadir, jadi dengan semangat yang mengebu-gebu akhirnya saya bersedia menjadi guru Geografi di sekolah itu. Setelah berselang beberapa waktu guru Geografi akhirnya hadir, jadi saya digantikan lagi waktu itu. Setelah berselang beberapa waktu tiba-tiba guru Matematika tidak bisa lagi mengajar di sekolah itu, jadi dengan penuh kesediaan akhirnya saya menjadi guru matematika di yayasan itu.

Hari pertama masuk sebagai guru matematika di SMP Sup Byaki Fyadi membuat saya tergugah untuk bertanya kepada siswa tentang kemampuan mereka berhitung. “ya sekarang ibu akan tes kemampuan kalian dalam perkalian 1-10”, dengan nada yang sedikit gelisah “ Bu belum hapal” ada juga yang menjawab “ saya sudah bu tapi masih sebagian” . “ya nanti kalian latihan dulu kalo begitu ibu akan uji satu-satu”. Setalah mereka latihan beberapa waktu akhirnya tiba saatnya mereka diuji satu persatu-satu.

Dengan memanggil nama mereka satu persatu akhirnya mereka menuju ke meja guru untuk menyetor hapalan perkalian mereka. Di mulai dengan perkalian dua, masih lancar dan menuju perkalian tiga mulai tersendat-sendat. Dan setelah menghapal perkalian tiga, saya lalu bertanya “ 3 x 3 =?”. Lalu siswa tersebut menjawab “6 to ibu!”. Dengan menahan rasa tawa dan sedikit merasa miris  saya berkata “ ha., masa itu 9 nak, bukan 3 kalo 3 +3= 6”. Mulai kejadian itu saya sebagai guru matematika dan fisika menjadi semakin memperketat hapalan mereka terhadap dasar-dasar matematika yang wajib mereka hapal dan ketahui sebagai siswa di SMP dan SMA.

Kekurangan siswa yang saya hadapi menjadi tantangan bagi saya untuk mengubah mereka menjadi lebih baik. Pengetahuan dasar-dasar matematika yang kurang adalah faktor yang menjadi penghambat dalam mengajarkan ilmu-ilmu pengetahuan alam. Sebagai guru fisika perlu tenaga ekstra dalam memberikan pemahaman tentang fisika. Untuk mengatasi hal tersebut, les-les sore selalu diadakan di sekolah yang diikuti oleh seluruh siswa SMP dan SMA Sup Byaki Fyadi. Selain kegiatan tersebut latihan pengoperasian komputer dan ekstrakulikuler lainnya tetap dilakukan. Ini semua demi kemajuan siswa SMP dan SMA Sup Byaki Fyadi.

Keunikan mereka dengan segala tingkah laku mereka, adalah sebuah cerita yang penuh dengan pengalaman nyata, yang belum tentu dialami oleh guru lainnya. Senyum meraka, rasa paham mereka adalah hal yang sangat diimpikan oleh semua guru-guru SM-3T. Sukses selalu dan terus bersemangat akan tertanam dalam mewujudkan Indonesia yang cerdas.

 (Sakka Jamaluddin, S.Pd-Fisika)

Penulis : Admin MSI

Admin MSI , Total 49 Tulisan .

Penggiat Literasi

(Dikunjungi : 29 Kali)

Apa Reaksi Anda?

Terganggu Terganggu
0
Terganggu
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Tidak Peduli Tidak Peduli
0
Tidak Peduli
Sangat Suka Sangat Suka
0
Sangat Suka

Komentar Anda