Hari Ini Kita Resmi Berpisah


Pelan-pelan tapi pasti, ada yang datang dan juga ada masanya ia akan pergi. Masa tugas kami telah selesai, maka mulai hari ini dan hari-hari selanjutnya akan ada rindu yang berbeda menutup rindu-rindu yang lainnya.

Tidak semua awal akan terkesan indah, tetapi saya meyakini bahwa perpisahan yang penuh haru dibalut isak tangis adalah perpisahan yang sejatinya sulit untuk diterima. Pada saat seperti itulah kita akan bingung pada diri kita sendiri, ingin pergi tetapi hati kita masih melekat di sana, ada tangan yang menarik untuk tetap tinggal, sedangkan saat kita berpikir untuk tinggal ada uluran tangan lain yang menanti kepulangan kita kembali pada dua pasang tangan yang pernah mengikhlaskan restu untuk keberangkatan kita.

Mendapat kesempatan menjadi Guru SM-3T adalah satu kesyukuran besar bagi diri saya, kesempatan mulia yang Tuhan percayakan dan hingga saat ini tak pernah bosan saya ceritakan.

Bagi kedua orang tua, saya di mata mereka masihlah seorang anak perempuan yang terkesan manja dengan fisik yang lemah, ada ribuan kekhawatiran yang muncul di benak mereka sebelum merelakan saya pergi, tetapi mereka percaya semangat saya besar dan pilhan yang saya ambil adalah sesuatu yang mulia, sesuatu yang kita niatkan baik yakinlah Tuhan akan membalasnya dengan sesuatu yang lebih baik, karena itulah yang membuat mereka yakin merelakan saya menjalankan tugas ini.

Kampung Masipawa, Nabire adalah tempat pengabdian saya selama kurang lebih satu tahun lamanya. Menjadi seorang guru yang dinantikan oleh anak-anak kampung itu, menjadi seorang guru yang begitu dihormati oleh masyarakat kampung dan saat ini tugas itu telah selesai sudah waktunya saya kembali.

Di kesempatan terakhir pada acara perpisahan yang telah disiapkan oleh Bapak Kepala Sekolah, rekan-rekan guru, siswa-siswi, dan seluruh masyarakat kampung yang tidak lain adalah orang tua dari anak-anak didik saya, kuucapkan banyak terima kasih telah menerima saya dengan baik, menjaga dan menjadikanku bagian dari keluarga mereka. Suatu penghormatan begitu besar yang saya terima  menjadikan keberadaan ini begitu berarti, tidak banyak yang kulakukan, saya hanyalah seseorang yang masih sedang berproses untuk terus belajar.

Saya menyampaikan kepada anak-anak, bahwa beberapa dari kalian mungkin nantinya akan lupa siapa saya, tidak apa-apa perjalanan ini harus tetap dilanjutkan, jangan berhenti melanjutkan perjuangan kalian, perjalanan ini masih panjang, kalian berproses bertumbuh semakin dewasa, jadilah semakin hebat, jangan pernah takut bermimpi dan jangan cepat menyerah semuanya hanya perihal waktu. Saya senang pernah berbagi dan menemani masa tumbuh kalian, saya akan ditemukan orang-orang baru lagi.

Perpisahan ini hanya raga, kenangan-kenangan yang telah terukir melekat erat dalam cerita hidup kita masing-masing, seperti apa nantinya kita mengenangnya itu hanya perihal rindu, sudah waktunya meneruskan perjalanan ini menemukan hal-hal baru membuat kenangan-kenangan lainnya. Kita membuat hidup dengan apa yang kita dapatkan, tetapi kita membuat kehidupan dengan apa yang kita berikan.

Ada yang harus dilalui untuk perlu dimengerti, begitulah hidup dalam bidang yang kita sukai. Kita hanya perlu melakukan yang terbaik yang kita bisa.

Kita bisa saja melakukan pekerjaan yang sama dengan orang lain, hanya saja kita belum tentu bisa mendapatkan hasil yang sama dengan orang itu. Pada bagian ini yang bekerja adalah niat dan ketulusan, orang-orang yang melakukan dengan sepenuh hati tidak bisa dikalahkan oleh orang yang sekadar berambisi.

SD YPK YAHWE MASIPAWA

Nabire, 15 Agustus 2017

Penulis : RAHMATULLAH

RAHMATULLAH , Total 1 Tulisan .

(Dikunjungi : 26 Kali)

Apa Reaksi Anda?

Terganggu Terganggu
0
Terganggu
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Tidak Peduli Tidak Peduli
0
Tidak Peduli
Sangat Suka Sangat Suka
0
Sangat Suka

Komentar Anda