Kulit Tiram Pengikat Kenangan


Wahdini Dwiranda

Wahdini Dwiranda

Alumni PPG SM-3T at Lihat Profil
Wahdini Dwiranda

Latest posts by Wahdini Dwiranda (see all)

“Buk, malu ambo sebenarnya tidak bisa memberikan sesuatu yang berharga buat ibuk sebagai kenang-kenangan seperti teman lain atas satu tahun ibuk menjadi bagian terbaik dalam hidup ambo. Maklum buk ndak bakepeng ambo. Tapi ambo ingin memberikan sesuatu agar ibuk bisa terus mengingat ambo walau kita sudah jauh, entah kapan akan bertemu nantinya, atau malah tidak.

Ambo tahu, ibuk orangnya tidak melihat sesuatu berdasarkan harga, merk, dikasih gao-gao atau kerang laut yang sudah pudar di tepi pantai pun ibuk senang, makanya ambo berikan tiram ini untuk ibuk.

Tiram ini ambo ambil dekat jembatan yang tak kunjung selesai di simpang jalan sebelum SMA kita buk (jembatan penghubung antara Pulau Balai dengan Pulau Sangalat). Tiram ini tertancap di kedalaman lebih dari tiga meter. Tiram ini ambo temukan ketika bulan puasa, namun baru bisa ambo ambil setelah lebaran. Ndak mungkin kan buk ambo menyelam pas puasa. Ketika mengambil ini saja serasa mau hilang nafas ambo buk, tiramnya tertancap keras. Namun kuatnya tiram dikalahkan kuatnya semangat dan tekad ambo memberikannya untuk ibuk.

Dari awal ambo menemukannya ketika bulan puasa. Dari bulan puasa sampai setelah lebaran, tiram ini selalu ambo pantau buk. Takut nanti diambil orang. Bisa gagal kejutan ambo untuk ibuk.

Selamat jalan buk, hati-hati. Ingat-ingat jua lah ambo buk. Ibuk pandang saja tiram ini kalau kangen ambo,  atau ambo berharap tiap ibuk liat tiram ini ibuk ingat ambo. Terima kasih buk dini.

Dari : Islamil Sabri a.k.a Pak Mail

 

Dua lembar kulit tiram itu selalu menyeretku membali ke masa lalu, masa di mana ke mana-mana harus berjalan kaki, karena pulau kecil itu akan sanggup kau kitari puluhan kali dalam sehari hanya dengan berjalan kaki.

Satu tahun di sana menyuguhkan cara lain dalam menunjukkan rasa cinta yang kalah telak jika mengukurnya dengan materi.

Satu tahun di sana memberikan makna tulus yang sebenarnya, ikhlas yang teramat rela, dan kasih yang tak pernah pamrih. SM-3T adalah fase terbaik dalam hidup; di mana kita memberi sesuatu, namun mendapatkan lebih dibanding apa yang kita tinggalkan.

 

*ambo adalah kata ganti saya, pengucapan yang sopan dari pada menggunakan kata den

*Kepeng bahasa Pulau Banyak yang berarti uang

Komentar Anda


What's Your Reaction?

Terganggu Terganggu
0
Terganggu
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi
Tidak Peduli Tidak Peduli
0
Tidak Peduli
Sangat Suka Sangat Suka
1
Sangat Suka

Login

Don't have an account?
Register

reset password

Back to
Login

Register

Silahkan Register terlebih dahulu

Captcha!
Back to
Login