Pembentukan Karakter di Asrama UPI

Hari ini merupakan pekan terakhir dilaksanakannya Pendidikan Profesi Guru Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (PPG SM-3T) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Sebanyak 152 peserta PPG SM-3T menempuh pendidikannya di kampus UPI, Jl. Setiabudhi No. 229 Bandung. Semua peserta adalah para eks guru SM-3T angkatan 2011.

Pembinaan peserta PPG pun telah berjalan untuk menunjang terwujudnya mahasiswa yang bertakwa, cerdas, kreatif, kompeten, dan bertanggung jawab. Pembinaan yang diselenggarakan secara pembinaan rutin dan insidental. Pembinaan rutin meliputi pembinaan akademik, pembinaan akhlak, dan sosial kemasyarakatan diri pembinaan insidental diadakan sesuai dengan hari besar nasional dan agama. Proses pembinaan terbangun dalam bentuk pelatihan, workshop, diskusi, dialog, aksi sosial, dan bentuk lain yang kreatif. Program pembinaan yang dilakukan di jantung pembinaan shalat subuh (bagi yang beragama islam), pembinaan wawasan keislaman, pembinaan soft skill, dan pembinaan bagi non-islam.

Program pembinaan shalat subuh wajib dilaksanakan di masjid Al-Furqon UPI dan diteruskan dengan pengajian ba’da shalat subuh selama 30 menit. Program pembinaan wawasan keislaman dilaksanakan setiap malam Selasa dan malam Jumat mulai ba’da shalat maghrib berjamaah sampai waktunya shalat isya di masjid.

Kami banyak fasilitas kegiatan dalam rangka peningkatan kompetensi akademik dan nonakademik, tanpa dipungut biaya. Kegiatan-kegiatan ini dikemas dalam kegiatan kehidupan. Mulai dari kegiatan wajib mencakup senam pagi, kerohanian, percakapan dalam bahasa inggris, kegiatan seni (musik, tari, drama, dan teater), serta pelatihan baris-berbaris / upacara, outbound, olah raga, dan kepramukaan yang akan segera dilaksanakan. Kegiatan ini merupakan sebuah keistimewaan yang kami terima karena tidak setiap calon guru bisa menghasilkannya.

Rutinitas kami setiap hari mencakup kegiatan pembelajaran di kelas mulai pukul 08.00-16.30. Setiap hari, mulai Senin sampai Jumat. Ada waktu satu jam untuk shalat dan makan siang, dan sore hari untuk shalat saja. Di antara hari-hari tersebut, pada malam hari kita juga melakukan kegiatan di asrama, misalnya kegiatan belajar kelompok dan kegiatan kerohanian. mandi dan makan semuanya dilakukan dengan serba antri yang merupakan bagian dari bangun karakter. Setiap Sabtu pagi kami harus mengikuti senam yang dipandu oleh peserta PPG SM-3T (Dewi Yuniasari, S.Pd dan Muhammad Azwi, S.Pd), bahasa pembelajaran bahasa Inggris dipandu oleh peserta PPG SM-3T dari jurusan bahasa Inggris, kegiatan seni dan program lainnya yang dipandu oleh tim dari UPI.

Melalui program-program tersebut, kami sebagai calon guru tidak hanya dibekali dengan pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang ada di kampus, namun juga di asrama. Kehidupan berasrama lebih menekankan pada pembentukan kepribadian, seperti kedisiplinan, ketangguhan, kepedulian, tanggung jawab dan kebersamaan. Ada bapak dan ibu asrama (Dr. Edi Suresman, M.Ag., Dr. Mupid Hidayat, MA, Dr. Hj. Isah Cahyani, M.Pd.) dan juga para pengelola asrama yang membahas tentang kesabaran dan berbagi, kebiasaan hidup bersih dan sehat Dengan suasana yang disiplin namun penuh kenyamanan, kami yang datang dari berbagai pelosok Indonesia itu tidak hanya belajar untuk saling menghormati dan menghargai, namun juga atas kita dalam kehidupan berbangsa dan bertanah udara, tumbuh dan berkembang dengan sangat baik.

Oleh: Nayudin Hanif, S.Pd (Peserta PPG SM-3T Jurusan Pendidikan Kimia UPI)