SM-3T adalah ‘Saingan’


Pendidikan yang baik adalah tanggungan kita bersama. Seperti jaring yang tetap harus terjalin satu dengan yang lain. Saat sekolah di kota tak lagi mampu menampung para sarjana, jauh di pelosok negeri, sarjana hanya cukup dihitung jari.

Kebanyakan anak-anak pinggiran tidak tahu pendidikan itu penting. Sebab di kepalanya, cukup menjadi besar dan sekadar bertahan hidup. Mereka bukan tidak memiliki harapan. Hanya asa yang memang tak pernah disemaikan. Mereka menunggu ada yang datang menarik tangan, memandikan badan, dan mengajaknya ke sekolah.

Tapi sekolah yang mereka bilang hanya bangunan setengah jadi. Tak ubahnya kandang sapi. Siang malam anjing berak di sana sini. Kau pun bisa melihat langit tiap waktu. Kadangkala airnya yang jatuh menghambur di muka buku. Dan, mereka berlarian pulang karena kabar banjir telah nyerbu di kampung hulu.

SM-3T memang saingan. Bagi orang yang ingin jalan di tempat. Untuk mereka yang tak ingin pendidikan merata hingga pedalaman. Bagi kaum yang lebih mementingkan isi perut semata. Untuk engkau yang menganggap kampungmu saja yang Indonesia.

Selebihnya, SM-3T adalah mitra. Bahkan setelah alumni pun, mereka tetap menjadi relawan untuk mengedukasi anak negeri. Bergerak maju bersama mencerdaskan Indonesia. Menguatkan pendidikan. Memajukan kebudayaan.

Terima kasih para pendidik…! Salam Satu Indonesia…!

Komentar Anda


What's Your Reaction?

Terganggu Terganggu
0
Terganggu
Terhibur Terhibur
0
Terhibur
Terinspirasi Terinspirasi
4
Terinspirasi
Tidak Peduli Tidak Peduli
0
Tidak Peduli
Sangat Suka Sangat Suka
7
Sangat Suka

Login

Don't have an account?
Register

reset password

Back to
Login

Register

Silahkan Register terlebih dahulu

Captcha!
Back to
Login